Bulan Desember 2008 kemaren gw lulus seleksi cpns di BPPT dan mulai tanggal 1 februari 2009 nanti gw ga ngantor di Bogor lagi. Sebenarnya dari awal seleksi cpns kemarin ga ada masalah apapun. Namun minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 20 Januari 2009 ada permasalahan pada berkas SD gw. Pihak BPPT menghubungi gw dan gw disuruh membuat surat keterangan bahwa gw tuh lulus SD pada usia 10 tahun dari SD gw dulu yang harus ditanda tangani oleh kepala SD serta tanda tangan kepala dinas pendidikan. Hal ini dikarenakan pihak BKN tidak percaya kalau gw tuh lulus SD pada usia 10 tahun, padahal di ijazah gw emang tertera tanggal lahir dan tanggal lulus yang jelas-jelas menerangkan gw lulus umur 10 tahun. untuk itu, mau ga mau gw harus minta surat tersebut di SD gw dulu. Kebetulan SD gw dulu ada di Bogor jadi gw ga usah jauh-jauh ke luar kota.
Rabu 21 Januari 2009 gw pergi pagi-pagi ke SD. Setibanya disana sekitar pukul 07.30, gw langsung menuju ruangan kepala sekolah. Ternyata Ibu kepala sekolah belum datang, jadi gw terpaksa nunggu beliau. Kebetulan waktu itu gw belum sarapan, sehingga gw pergi untuk mencari sarapan dan gw inget deket sd gw tuh ada tukang soto yang lumayan enak (mmmm). Mungkin sekitar 30 menit gw sarapan. Setelah itu gw kembali lagi ke SD untuk menemui kepala sekolah. Setibanya gw diruangan kepala sekolah yang ternyata kepala sekolahnya udah tiba gw langsung menemui beliau dan menceritakan permintaan gw. Setelah beliau mengerti maksud dan keinginan gw, beliau menyuruh salah seorang guru untuk membuat redaksi dari isi surat yang gw minta, maklum di SD gw tuh ga ada TU-nya jadi guru biasanya merangkap sebagai TU juga. Awalnya gw pikir surat tersebut bakal di ketik dengan mesin ketik. Tapi ternyata di sekolah gw udah ada komputer, sehingga surat tersebut diketik dengan komputer oleh guru tersebut. tapi masalah tiba pada saat mau mencetak surat tersebut. Printer di sekolah gw tidak mau berfungsi. Dan akhirnya terpaksa gw mengetik ulang di rental komputer dekat sekolah gw dengan membawa kertas yang berkop surat SD gw. Surat selesai diketik, lalu di print, lalu gw bawa lagi ke sekolah. Kepala Sekolah langsung menandatangani surat tersebut. Tapi ini belum selesai, gw harus meminta tanda tangan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota.
Kantor Dinas Pendidikan Kota jaraknya lumayan jauh dari SD gw, gw perlu sekitar 45 menit dengan mengendarai motor untuk menuju kesana. Setibanya disana kira-kira pukul 10.45 gw langsung pergi ke front office untuk menjelaskan maksud gw untuk meminta tanda tangan Kepala Dinas. Petugas Front Office menyuruh gw untuk menemui seorang pegawai Dinas serta memberikan pengarahan letak meja pegawai tersebut. Gw langsung menemui pegawai tersebut dan menceritakan kembali maksud gw. Akan tetapi pegawai yang gw temui ini ternyata menolak permintaan gw dengan alasan gw harus membawa bukti berupa Nomor Induk Siswa yang dulu pernah gw dapat dari SD dan juga gw harus memperbaiki nama kepala dinas yang tadinya "Kepala Dinas Pendidikan" menjadi "Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga" pada surat. Akhirnya gw keluar dari kantor Dinas Pendidikan dengan kecewa karena urusan gw belum selesai juga.
Kembali ke SD mungkin sekitar pukul 11.30 gw langsung menuju ruang kepala sekolah, dan ternyata kepala sekolah sedang rapat di luar. Untuk mengefektifkan waktu gw langsung meminta kertas yang berkop surat beberapa lembar dari penjaga sekolah agar gw bisa mengetik ulang surat tersebut di Rental Komputer. Setelah mencetak surat keterangan dari rental gw balik lagi ke sekolah untuk meminta tanda tangan dari kepala sekolah. Setibanya di sekolah gw dikasih tahu oleh penjaga sekolah bahwa kepala sekolah tidak kembali lagi ke sekolah. Mendengar hal tersebut akhirnya gw terpaksa melanjutkannya besok.
Kamis 22 Januari 2009 gw berangkat lagi ke SD sekitar pukul 08.00 untuk meminta tanda tangan kepala sekolah. Di sekolah, gw pertama kali bertemu dengan guru yang kemarin merangkap menjadi TU. Gw ceritakan kejadian di Kantor Dinas Pendidikan kemarin dan gw selain meminta tanda tangan kepala sekolah gw juga butuh nomor induk siswa gw yang dulu. Sebenarnya setiap siswa di SD memiliki nomor induk yang dicatat di buku Nomor Induk Siswa. Buku tersebut bisa terdapat lebih dari satu, tergantung banyaknya siswa yang pernah belajar di SD tersebut. Guru tersebut akhirnya mencarikan nomor induk siswa gw di setiap Buku Nomor Induk yang ada di sekolah. Mulai dari buku ke 1 dilanjutkan ke buku ke 2 lalu buku ke 4, "lah buku ke 3 nya mana nih", ternyata buku ke 3 tidak ada dan gw yakin data nomor induk gw ada di buku ke 3 itu karena di buku yang lainnya nomor induk siswa gw tidak ditemukan. Sekitar 1 jam lamanya Guru tersebut dan gw mencari buku nomor induk ke 3, dan tidak ketemu juga. Melihat hal ini Kepala sekolah berkata ke gw bahwa nanti akan dicarikan buku nomor induk tersebut dan gw bisa kembali lagi besok. Gw pergi dari sekolah dengan tangan hampa, surat keterangan yang sudah gw ketik kemarin gw tinggal di SD. Perasaan kesal dan bete bercampur aduk, "kenapa sih orang dinas harus menyertakan nomor induk?? kan gw ada bukti di STTB, kalo gw tuh beneran Sekolah di SD tersebut".
Jum'at 22 Januari 2009 gw berangkat lagi ke SD seperti kemarin. Tiba di SD pukul 08.00. Setibanya di SD gw disambut oleh penjaga sekolah, beliau mengatakan bahwa kepala sekolah belum datang. Beliau juga cerita bahwa nomor induk siswa saya tidak ditemukan karena bukunya yang nomor 3 tidak ada, mungkin sudah di makan rayap lalu di bakar. Mendengar hal itu perasaan gw langsung lemas campur aduk bingung harus bagaimana lagi. Beberapa menit kemudian kepala sekolah pun tiba. Gw dikasih tahu oleh kepala sekolah kondisi yang sama tadi disampaikan oleh penjaga sekolah. Namun kepala sekolah memberitahu bahwa nama gw tercantum di buku klapper Sekolah dan itu bukti satu-satunya yang ada. Kepara Sekolah meminjamkan buku Klapper tersebut untuk dicoba dibawa ke Kantor Dinas. Kalau ini tidak bisa gw tidak tahu harus bagaimana lagi.
Selama perjalanan dari SD ke Kantor Dinas gw berpikir, ada ga kira-kira cara lain untuk mendapatkan tanda tangan kepala dinas semisalnya yang sekarang ini gagal lagi. Selintas gw teringat mahasiswa TKJ(mahasiswa yang dibiayai oleh Departemen Pendidikan Nasional). Gw inget bahwa gw kenal seorang mahasiswa yang kerja di Diknas. Setibanya di Diknas gw langsung menanyakan front office ruangan mahasiswa tersebut bekerja. Lalu gw bertemu dengan mahasiswa tersebut dan menceritakan maksud gw dan mahasiswa tersebut bersedia membantu gw (maklum dosen yang baik), namun sayangnya Kepala Dinas pada waktu itu sedang tidak ada di tempat. Terpaksa gw menitipkan surat tersebut ke mahasiswa dan apabila sudah selesai ditanda tangan oleh Kepala Dinas gw minta diberitahu lewat SMS aja. "Tahu gini mah gw dari kemarin kayak gini aja caranya.". Sekitar pukul 11 gw menerima SMS dari mahasiswa tersebut yang berisi bahwa surat gw udah di tanda tangani oleh Kepala Dinas. Membaca SMS tersebut perasaan gw senang bercampur lega, akhirnya dapat juga tanda tangan dari Kepala Dinas.
Walaupun urusan di SD sudah selesai gw harus menyerahkan ini ke Jakarta untuk di proses oleh pihak BPPT. "Yah mudah-mudahan di jakarta tidak ada masalah dengan semua ini".
-Nz-


30 April 2009
Hahaha...hahaha PerjuaNgannya maNtap Pak... lUcu..lUcu ceriTanya ada beRsambungnya gag paK? di tUnggu yapZ:)
10 Mei 2009
I would like to buy your domain. Please send email to nanai9@naver.com